Thursday, November 6, 2014

demilovato idola yang tidak sempurna

Demi Lovato adalah contoh idola yang sempurna justru karena penyanyi muda ini memiliki ketidaksempurnaan. Sebagai manusia, ia pernah jatuh bangun menjalani hidup, merintis karier dari bawah, terjebak narkoba, lalu masuk panti rehabilitasi tetapi kemudian bangkit lagi menjadi manusia "baru".
Kepribadiannya yang kuat membuat Lovato mampu bangkit. Ia kini tidak sekadar menjadi penyanyi, tetapi juga aktif menyuarakan dan membela hak-hak manusia yang terpinggirkan. Sebagai manusia, Lovato tidaklah sempurna. Namun, di tengah ketidaksempurnaannya itu ia mampu berbuat untuk kemanusiaan.
"Saya tidak akan membiarkan masa lalu mengendalikan saya," kata Lovato.

Masa lalu adalah buku pelajaran bagi Lovato untuk memperbaiki diri.
Lovato memiliki seorang sahabat, yang juga motivator dalam hidupnya, yakni Spencer West. West adalah pria tunadaksa yang hanya bisa duduk di kursi roda. Lovato membawa West ke mana pun ia pergi, termasuk ke negara di Afrika timur untuk merayakan ulang tahun ke-21. Di negara itu, Lovato dan West membantu perempuan dan anak-anak Afrika yang hidupnya terabaikan.
"Saya membawa West untuk menunjukkan kepada Lovatics (penggemar Lovato) seperti apa sosok pahlawan sesungguhnya," kata Lovato.

Dari kondisi yang pernah dialaminya, Lovato sangat paham, untuk merasakan diri menjadi lebih baik dibutuhkan usaha berkelanjutan.
Ia merasa terselamatkan oleh musik yang kini menjadi karier dalam hidupnya. Musik membuat penyanyi yang laris dengan lagu "Here We Go Again", "Don't Forget", dan "Remember December" ini tetap berpikir positif. Kebangkitan justru terjadi ketika ia mengakui bahwa dirinya sedang bermasalah. Tidak ada lagi penolakan dan sejak itu ia menjadi lebih bisa mengendalikan diri.

xl siap jual bt

KOMPAS.com - PT XL Axiata Tbk memastikan bakal menyelesaikan penjualan menara telekomunikasi atau base transciever station (BTS) miliknya pada semester dua tahun ini. Operator seluler ini sudah mengantongi beberapa nama perusahaan menara yang sudah melakukan penawaran.

Turina Farouk, Vice President Corporate Communication XL Axiata mengatakan, para penawar (bidder) tersebut telah mengajukan proposal penawaran kepada pihak XL. Hanya saja, Turina masih enggan memberitahu siapa saja para penawar ini. "Belum final tendernya, jadi belum bisa disebutkan siapa saja bidder yang ikut. Mohon maaf ya," kata Turina seperti dikutip Kontan, Minggu (28/9/2014).

Pihaknya juga masih belum bisa memberitahukan berapa banyak jumlah menara yang dilepas dan berapa banyak nilainya. Sebelumnya hanya ditegaskan bahwa menara yang dilepas adalah menara XL, bukan menara Axis yang diakusisi XL. "Jumlah menara belum fixed. Tapi semester dua ini diharapkan bisa selesai (lelang menara XL)," katanya lebih lanjut.

Secara terpisah, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dua perusahaan menara itu mengaku telah mengajukan penawaran kepada XL.

Direktur Utama Tower Bersama Herman Setya Budi bilang, pihaknya masih menunggu pengumuman dari XL. "Kami sudah ajukan proposal penawaran. Sekarang menunggu dan mengikuti saja timeline dari XL," ujarnya.

Sayang, Herman juga enggan membocorkan apa saja proses yang telah dilaluinya sejak dibukanya lelang tersebut pada Juli lalu hingga kini. Dia juga belum mau mengungkap berapa jumlah menara dan nilai penawaran dari pihaknya.

Senada dengan Herman, Sekretaris Perusahaan Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan pun enggan bercerita tentang lelang ini. "Kami sangat berminat sekali ikut lelang ini," kata Juliawati melalui pesan singkat, Minggu (28/9).

Berdasar catatan Kontan, PT Tower Bersama telah siap dengan berbagai instrumen pendanaan untuk proses akusisi ini. Pertama, PT Tower Bersama punya fasilitas debt program yang belum ditarik senilai 1 miliar dollar AS. Kedua, niatan untuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap II senilai Rp 500 miliar-Rp 1 triliun. Ketiga, rencana penerbitan obligasi global sebesar 500 juta dollar AS.

Informasi saja, penjualan menara XL ini dilakukan untuk membayar utang perusahaan ini. Berdasar laporan keuangan XL semester I-2014, kinerja XL merugi Rp 482,52 miliar. Kerugian ini lantaran adanya beban bunga pinjaman pembayaran Axis tumbuh 23,25% jadi Rp 11,13 triliun. Sementara, pendapatannya tumbuh 12,14% menjadi Rp 11,54 triliun. (Merlinda Riska/Kontan)

jokowi presiden ku

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanannya ke tempat ketiga di wilayah Sulawesi Barat, Kamis (6/11/2014) siang. Pagi tadi, Jokowi dan rombongan blusukan di Desa Beru-beru dan Saletto.

Bertempat di kampung nelayan Sumare, Kecamatan Simboro, Jokowi bertemu dengan sekitar 200 orang di pinggir pantai. Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri, seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, duduk di atas kursi bambu.

Jokowi memulai dialog dengan membuka sesi "curhat". Warga diperbolehkan mengeluarkan keluhannya kepada Presiden. Namun, tak hanya mendengarkan, Jokowi bahkan langsung mengabulkan permintaan mereka.

Keluhan pertama diutarakan seorang ibu yang meminta agar didirikan menara telekomunikasi (Base Transceiver Station alias BTS) di wilayahnya.

"Di sini Pak masalahnya tower sinyal, nggak ada sinyal," keluh ibu itu.

Dia juga meminta agar pemerintah mendirikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang jaraknya tak jauh dari kampung nelayan itu. Permintaan dari sang ibu langsung dijawab Jokowi.

"Habis pulang ini, saya perintahkan Menkominfo (Rudiantara) untuk membangun Telkomsel di sini. Tapi, untuk apa sih? Komunikasi dengan siapa hayo?" tanya Jokowi.

"Untuk tahu harga ikan Pak, untuk komunikasi dengan orang di kota," jawab ibu itu spontan.

"Oh iya, jangan dipakai untuk gosip, ya. Kalau harga ikan, saya kira produktif, perlu, sehingga perlu dibangun tower-nya," timpal Jokowi.

"Tolong dicatat, ya," ujar Jokowi meminta para stafnya mencatat keinginan warga itu.

Seorang nelayan yang juga tak memperkenalkan diri lalu ikut berbicara. Kali ini, nelayan itu meminta bantuan tanggul agar apabila air laut sedang pasang, air tidak sampai masuk ke rumah warga.

"Tenang, tahun depan akan dimulai Pak pembangunannya. Pokoknya kalau minta nggak aneh-aneh, dan produktif, pasti diberi," ucap Jokowi.

sejarah politik

Sejarah Perkembangan Ilmu Politik



Mendengar kata “politik” mungkin bukanlah suatu kata yang asing di telinga kita. Mungkin sebagian besar diantara kita mengasosiasikan kata politik dengan sesuatu term yang bersifat negatif, seperti “politik itu kotor”, “politik itu korupsi”, dan lain sebagainya. Ilmu Politik itu sendiri dapat dikatakan masih berusia muda, karena ia lahir pada abad ke-19. Pada saat itu ilmu politik berkembang beriringan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ekonomi dan psikologi. Dalam perkembangannya, ilmu-ilmu ini saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Namun apabila ilmu politik kita tinjau dalam kerangka yang lebih luas lagi, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik tersebut memiliki umur yang lebih tua lagi. Ilmu tersebut dikatakan tua karena pada taraf perkembangannya, ilmu politik masih bersandar pada sejarah dan filsafat. Contohnya di Yunani Kuno misalnya, pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M., yang terbukti dalam karya-karya ahli seperti Herodotus, Plato, Aristoteles, Socrates, dan lain sebagainya. Selain di Eropa, perkembangan ilmu politik juga berada di beberapa pusat peradaban di Asia, seperti di India dan China, yang telah mewariskan berbagai tulisan politik yang bermutu. Tulisan-tulisan dari India seperti kesusastraan Dharmasastra dan Arthasastra yang berasal dari sekitar tahun 500 S.M. Sedangkan diantara filsuf terkenal dari China sepert Confusius ( 350 S.M.), Mensius ( 350 S.M.) dan Shang Yang ( 350 S.M.).

Di dalam sejarah Politik Indonesia sendiri, kita telah memiliki beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, misalnya adalah Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Namun sayangnya kesusastraan yang mencakup bahasan politik di negara-negara Asia mulai tergerus dan terdesak pada akhir abad ke-19 oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara negara Seperti Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan Inggris dalam rangka imperialisme.


Di negara-negara Eropa seperti Austria, Jerman, dan Prancis topik bahasan mengenai politik pada abadi ke-18 dan ke 19 masih banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatian pembahasannya masih berkisar negara saja. Hingga Perang Dunia II pengaruh ilmu hukum, filsafat, dan sejarah masih terasa di dalam ilmu politik.

Sedikit berbeda dengan perkembangan politik di Amerika Serikat. Memang pada awalnya tekanan yuridis seperti di Eropa memberikan tekanan pada perkembangan ilmu politik, akan tetapi pengaruh itu kian memudar seiring keinginan untuk mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. Perkembangan ilmu politik di Amerika Serikat bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi, sehingga kedua cabang ilmu sosial ini sedikit banyak mempengaruhi metodologi dan terminologi ilmu politik.

Pada masa selanjutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan dari antropologi, psikologi, ekonomi, dan sosiologi, dan dengan demikian ilmu politik telah dapat meningkatkan mutu dengan banyak mengambil model dari cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Hal ini telah banyak mengubah wajah ilmu politik. Dengan begitu ilmu politik telah menjadi ilmu yang terpandang yang perlu dipelajari untuk mengerti kehidupan politik

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Jokowi Tak Cukup Bagikan Bantuan Non-Tunai

Nama Sonangol mungkin tak akrab di sebagian besar telinga kita. Tapi, nama perusahaan minyak milik Angola itu adalah senjata Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membabat peran trader dalam impor minyak.

Sebab, Jokowi telah menunjuk Sonangol EP sebagai pemasok sebagian kebutuhan minyak Indonesia, mengurangi peran Petral. Akhir Oktober lalu, kesepakatan itu sudah diteken antara Pertamina dan Sonangol.

Nah, cerita yang bakal seru, Surya Paloh adalah pembisik utama

surya paloh dan impor minyak angola

Nama Sonangol mungkin tak akrab di sebagian besar telinga kita. Tapi, nama perusahaan minyak milik Angola itu adalah senjata Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membabat peran trader dalam impor minyak.

Sebab, Jokowi telah menunjuk Sonangol EP sebagai pemasok sebagian kebutuhan minyak Indonesia, mengurangi peran Petral. Akhir Oktober lalu, kesepakatan itu sudah diteken antara Pertamina dan Sonangol.

Nah, cerita yang bakal seru, Surya Paloh adalah pembisik utama